MIRZA OH MIRZA!

Archive/RSS/Ask

"Aku menuliskan namamu dalam puisi. Agar saat kau memaksaku menghapus namamu dari ingatanku, aku masih bisa mengenangmu dalam puisiku." - Mirza

soneta

melihatku senyum-senyum yang kuncup dari mulut mereka
melihatku tawa-tawa terbahak yang merekah dari wajah mereka
merasaku sepi di tengah senyum dan tawa mereka
o, dunia terasa asing saja bagiku
bahkan hujan pun tak mengenaliku
seseorang yang paling memaknainya sebagai tokoh
tokoh yang selalu menemani dikala sepi


jatinangor, 1 juni 2012

Tentang Kehidupan

Disinilah aku duduk. Dibawah hujan, di samping pertokoan-pertokoan dan tempat bermain anak-anak. Kulihat banyak sekali anak-anak tertawa riang bermain. Senyum kecil orang tua mereka yang berbahagia melihat anaknya bermain dengan riang. Ada pula penjaga toko yang duduk termenung menunggu ada yang memasuki tokonya. Juga satpam yang berdiri tegap menjaga siapapun yang akan masuk entrance lobby barat ini.
Di belakangku, terdapat mesin tiket otomatis. “Selamat datang. Silahkan tekan tombol tiket atau verifikasi tiket anda. Ambil tiket anda, silahkan masuk.” Hanya itu yang kudengar daritadi. Dan kendaraan-kendaraan memasuki mesin tersebut lalu mencari tempat parkir. Dibawah hujan, mereka saling memicingkan mata menutup air masuk yang akan masuk.

5 menit.

10 menit.

15 menit.

20 menit.

Semuanya tampak tak ada yang berubah. Selain satpam yang terlihat pegal dan mulai duduk di kursi sebelahnya. Atau miniatur kereta api yang diduduki anak-anak kecil bergerak mengikuti poros.

Dan aku, masih saja duduk sambil membaca buku puisi yang baru saja aku beli. Sesekali aku meneguk kopi dingin yang telah kubeli. Orang-orang berlalu lalang meneduh karena hujan. Ada yang basah kuyup sambil tangannya melingkar di pundak kekasihnya. Ada yang menatap hujan sambil menyesap rokoknya. Bahkan ada pula pasangan yang sedang bertengkar entah karena apa.

O, kehidupan memang terus berjalan. Bahkan ketika kau berfikir bahwa kehidupan tidak begitu normal. Namun, kau sendiri yang membuatnya begitu. Karena hidup tak punya kekuatan merubah sesuatu. Kau bisa.

Ya, kau bisa.

“Ambil tiket anda, silahkan masuk…”


Jatinangor, 1 Juni 2012.

#Entahlah  

those feelings.

pernah ga kalian punya perasaan pengen semuanya berjalan normal?

kayak, tidur sebelum jam 12. bangun pagi dan buka jendela liat matahari pagi. badan seger pas bangun. nyeduh kopi sambil dengerin suara burung. 

dan kemudian, ngerjain semua tugas dan kerjaan. beres sebelum deadline. ngampus ga pernah titip absen. kehidupan sosial sama temen-temen lancar. bisa sejenak keluar dari ruangan kamar kosan buat dapetin udara segar. 

atau seenggaknya bisa punya kehidupan sederhana. seperti lagu-lagu yang bisa bikin suasana tenang dengan nada-nada sederhana. ya, seperti itu lah. 

saya pengen semuanya. saya pengen semuanya berjalan normal dan sederhana.

saya bosan tidur larut malam. bangun siang dan terburu-buru ke kampus karena telat. tugas numpuk. kerjaan dikelarin pas hampir mau deadline. asosial, jarang ngumpul sama temen kampus. kebanyakan waktu dihabisin di kosan di depan laptop.

hmm, those feelings.

officialbeastieboys:

locked up for being too punk ?

that shit’s fkd up.

FREE PUSSY RIOT !

check out these linkz…

http://www.nytimes.com/2012/03/21/world/europe/21iht-letter21.html?_r=2

http://freepussyriot.org/news/global-solidarity-pussy-riot

http://thelede.blogs.nytimes.com/2012/03/07/russian-riot-grrrls-jailed-for-punk-prayer/

yang kata tak mampu ungkapkan

: untuk perempuan di dalam ingatan

 

musim-musim yang berpelukan, mencipta kenangan

ingatan melayang bagai daun tertiup angin di musim semi

jatuh sudah. meninggalkan sekuntum bunga bermekaran

bunga paling senyum yang indah tanpa rupa-rupa duri

 

tak terasa malam telah menyentuh ujung waktu

bintang-bintang berguguran dari atap langit diatasku

jatuh sudah. Meninggalkan langit menuju matamu

lalu mata kita berpapasan menyanyikan nada merdu

 

barangkali, tubuh kita pun menginginkan sebuah pelukan

menanggalkan rindu dan segala pakaian kesepian

biarkan dada kita bergetar oleh degupan-degupan

tanpa sebait kata-kata yang akan mampu ungkapkan

 

#puisi  

karena aku yakin semua akan baik-baik saja. maka aku menghadapi semuanya dengan baik-baik.

mirza

Ini Nih, Kalo Ga Ada Kerjaan.

Well, kebanyakan kuliah pagi menyebabkan saya sering pulang siang dan langsung stay ga ada kerjaan di depan TV atau laptop. Biasanya di depan TV sih. Nah, karena di waktu siang itu jarang banget ada acara yang berkualitas. Nah, maka dari itu pilihan terakhir saya ya nonton FTV. Okey okey, kalian boleh bilang saya kayak cewek gegara tontonannya FTV. Tapi ya, emang ga ada pilihan lain sih. Dan faktanya, ini bukan pembelaan.
Yang mau saya bahas disini adalah siklus cerita di FTV itu sendiri yang udah gampang ketebak. Let’s see.

Scene 1 

1. Cewek ketemu cowok yang cowoknya nyebelin. Atau sebaliknya.
2. Cewek biasa-biasa aja ketabrak cowok pake mobil bagus. Ceweknya marah-marah, sebel sama yang nabrak.
3. Cowok biasa-biasa aja yang sering dibully cewek paling cantik.

Scene 2

1. Ceweknya misuh-misuh ke cowok itu. Si cowoknya tetep aja nyebelin.
2. Cewek itu minta ganti rugi sama cowok yang nabrak. Cowok itu nganggep cewek tadi nyebelin.
3. Cowok itu sebenernya suka, tapi tetep di bully terus sama cewek cantik tadi.

Scene 3

1. Ceweknya ngerasa cowok itu ternyata baik. Terus mulai suka sama cowok itu.
2. Cowok itu mulai luluh hatinya liat kesederhanaan si cewek. Terus suka.
3. Cewek yang nge-bully nyadar kalo cowok yang di bully itu baik. Terus suka.

Scene 4

1. Cowok itu juga sebenernya suka sama cewek tadi. Tapi mereka masih saling nutupin perasaan itu.
2. Si cewek juga sebenernya suka. Tapi minder soalnya cowok itu orang kaya.
3. Si cewek deket sama cowok yang sering dia bully, tapi malu sama temen-temennya.

Scene 5

1. Mereka saling ngasih tau perasaan masing-masing. Terus jadian.
2. Si cowok nembak duluan. Si cewek awalnya minder, tapi diterima. Jadian.
3. Si cewek mulai terbiasa, ga malu-malu lagi. Jadian.

Scene 5

1. Mereka berbahagia.
2. Mereka berbahagia.
3. Mereka berbahagia.

Well, see the conclusion? Ending semua FTV itu pasti bahagia. Ceritanya bitter sweet. Manis. Tapi gitu-gitu aja. Gampang ketebak. Ini yang harus jadi PR buat penulis script di PH buat bikin cerita yang ga gitu gitu aja.
Ah sudahlah, ga ada kerjaan banget ya nulis ini.


Ps: Itu cuma beberapa dari banyak cerita di FTV. Sisanya, kalian pasti tau sendiri. Dari awal sampai ending.

Beginilah.

  • laraku_kenry: kamu udah punya apa mau nikahin anak saya ? ( ini pa agustin )
  • laraku_kenry: huahahahaha
  • xmirzabearx: Saya punya quiiick, pak
  • xmirzabearx: Quick quiiick
  • xmirzabearx: *nyalain traktor*
  • laraku_kenry: hedeeeeeh -___-
  • xmirzabearx: Pokoknya ya, aku tanpamu hanyalah quick berdebu :')
  • laraku_kenry: hedeeeeeeh lagi

Beastie Boys - Fight For Your Right live at Japan (1987)

Saving Myself For You

I will save myself
for you. I won’t

touch anyone, 
won’t surrender

for any pleasure 
that isn’t you.

#poetry  

hellomylovelyworld:

Reykjavík … by asmundur on Flickr.

Kesedihanku bukan karena rindu, bukan karena kita yang sulit untuk bertemu Tapi justru karena sebuah pertemuan. Pertemuan yang akan kembali menghadirkan perpisahan denganmu.

Mirza

mungkin ayah saya pas muda gini ya?

Keresahan Satu Sisi hati

  • Jiwa 1: Apakah kamu masih mau hidup dengan segala kebohonganmu?
  • Jiwa 2: Aku tidak berbohong. Hanya saja, ada hal yang harus orang-orang tahu, dan orang-orang tidak harus tahu.
  • Jiwa 1: Dengan cara berbohong?
  • Jiwa 2: Siapa yang berbohong?
  • Jiwa 1: Kamu. Berpura-pura tersenyum padahal sebenarnya hatimu sedang berbalik dengan sebuah senyuman.
  • Jiwa 2: Bukankah tersenyum itu bagus? Salah satu proses pendewasaan diri dimulai dengan tidak terlarut dalam kesedihan. Dan tetap tersenyum adalah cara untuk tidak tenggelam dalam kesedihan.
  • Jiwa 1: Aku selalu tak bisa melawan argumenmu.
  • Jiwa 2: Cobalah kamu mencoba untuk melihat segala sesuatu dari sisi positifnya. Sudahlah, aku sedang tak mau berdebat denganmu.
  • Jiwa 1: Aku juga. Eemh, mari kita tersenyum bersama-sama.
 
1 2 3 4 5